01.
Tentang Meniti Batas
Meniti batas adalah suatu keharusan, sebuah kebiasaan baru dalam rangka membaca ulang teritori dan teori. Batas-batas konvensional tentang ruang, arsitektur, kota, dan estetika mesti terus-menerus dipertanyakan, dicermati lewat beragam sudut pandang, terutama dari luar akademi arsitektur itu sendiri.
02. Artikel
03. Kabar
- Josef Christofer Benedict
Jam menunjukkan pukul 12 kurang, waktunya makan siang. Gang Pelita, Jakarta Pusat, yang becek mulai dipadati manusia-manusia berkerah. Banyak diantaranya berpantofel, sementara yang lain berbusana jas semi-formal atau luaran satin. Satu per satu, mereka keluar dari balik tembok-tembok tinggi perkantoran di kawasan Sudirman. Di sebuah warung beratap seng, para pekerja tersebut antre memilih menu. Seorang […]
- Josephine Livina
Bhakti Ganva (BG) merupakan program kerja gabungan antara himpunan mahasiswa jurusan Arsitektur dan Teknik Sipil di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. BG sudah berjalan setidaknya dalam delapan tahun terakhir dan menghasilkan tujuh bangunan yang tersebar di kampung-kampung di Kabupaten Bandung dan sekitar. Berproses secara dialektis, visi, misi, dan arti BG terus bertambah, berkembang, dan ter-redefinisi […]
- Usie Fauzia
Pada pertengahan tahun 2015, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pembersihan kawasan pinggir Sungai Ciliwung dalam rangka normalisasi. Kampung-kampung yang berjajar di pinggiran Kali Ciliwung pun tak terhindar dari penggusuran. Sekitar 300 rumah di Kampung Pinangsia dan lainnya dihancurkan, sisanya kehilangan muka rumah yang menghadap ke kali. Penggusuran pinggir kali menjadi momok bagi warga kampung lainnya. […]
- Nelza M. Iqbal
Wacana penggusuran dan konflik lahan di ranah informal kembali mengemuka, kembali menghiasi headline-headline di berbagai media massa, baik online maupun offline. Keberadaanya hadir dan menguat ditengah isu politik dan juga pemilihan kepala daerah. ‘Informal’ dalam pengertian sederhana KBBI berarti sesuatu yang tidak resmi. Di Indonesia informalitas bisa menyentuh banyak hal dari mulai pekerjaan, status, hunian, dan bahkan […]
- Fardi Ali
Kekuasaan politik di Jakarta sekarang nampak tak lebih dari alat taipan pemodal yang menafikkan kehadiran rakyat miskin kota. Wajah ini nampak dari penggusuran permukiman informal yang semakin masif dilakukan Pemerintah Provinsi DKI sejak 2015 sampai sekarang. Sedangkan di sisi lain para pemodal besar difasilitasi untuk melakukan kegiatan bisnisnya, walau secara sosial, hukum dan lingkungan tidak […]
04. Jurnal
Volume #1 : Meniti Batas
05. Kanal
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
